BAHAYA WASIR PADA IBU HAMIL

Wasir merupakan penyakit yang dapat dialami oleh semua orang, termasuk ibu hamil. Pada masyarakat awam dikenal sebagai penyakit ambeien dan di dunia medis dikenal sebagai penyakit hemorrhoid. Seperti yang kita ketahui, wasir terjadi akibat pembesaran pembuluh darah vena di sekitar anus, bisa terjadi di daerah luar sekitar anus dan juga terjadi di bagian dalam anus.


LAYANAN Vena Wasir:
Call Center : 0821-1033-3310
Whatsapp Chat\Pendaftaran Online :
linktr.ee/venawasir

Pembesaran vena ini hampir sama seperti penyakit varises yang terjadi di organ tungkai seperti pada kaki.

Akibat pembesaran pembuluh vena ini, bisa terjadi keluarnya pembuluh darah vena tersebut yang dibalut mukosa hingga tidak bisa dikembalikan kembali ke posisi semula di dalam anus, hal ini merupakan wasir atau yang biasa dikenal hemorrhoid grade 4 di kalangan dunia medis.

TINGKATAN WASIR

Wasir dibagi atas 4 tingkatan,yaitu :

Grade 1: Mulai terjadi pembesaran vena di anus. Ukurannya masih kecil sehingga biasanya belum menimbulkan gejala apapun. Baru bisa terdeteksi ketika diperiksa dengan endoskopi. Namun, terkadang sudah mulai menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air besar (BAB).

Grade 2: Pembesaran vena sudah mulai dapat teraba, bisa keluar dari anus dan masuk kembali secara spontan, namun belum ada perdarahan. Terkadang terjadi infeksi yang mengakibatkan rasa panas dan gatal di anus. Kemungkinan rasa panas meningkat saat duduk terlalu lama dan BAB.

Grade 3: Pembesaran vena lebih sering keluar dari anus, bahkan sudah tidak mampu dimasukan kembali secara spontan. Maka untuk memasukkannya diperlukan bantuan jari. Dapat menimbulkan rasa panas saat duduk terlalu lama ataupun BAB. Saat terjadi kontraksi, vena yang membesar bisa pecah dan menimbulkan perdarahan.

Grade 4: Pembesaran vena sudah tidak dapat dimasukan kembali, meskipun dengan bantuan jari. Perdarahan terjadi semakin sering lantaran vena yang semakin membesar, sehingga mungkin dapat membuat penderitanya kekurangan darah atau penurunan hemoglobin (HB).

WASIR PADA IBU HAMIL

Berhubungan dengan sering terjadinya kasus wasir pada Ibu Hamil timbul pertanyaan mengapa hal ini sering terjadi? Jawabannya adalah karena terjadinya peningkatan tekanan di dalam perut (tekanan intra abdominal) akibat adanya penempatan baru janin di dalam uterus yang dibungkus oleh selaput amnion dimana proses pertumbuhan terus terjadi hingga usia kehamilan 40-41 minggu.

Akibat pembesaran rahim tersebut terjadilah peningkatan tekanan dan mempengaruhi elastisitas dinding perut bagian dalam hingga ke dinding anus di bagian terbawah perut.

Gejala yang timbul berupa rasa tidak nyaman di sekitar dubur, bahkan menyakitkan. Gejala lain yang sering dikeluhkan pada wasir yaitu keluar darah saat buang air besar.

PERAWATAN DI RUMAH

Tentu saja ibu hamil dapat merasa sakit dan tidak nyaman jika mengalami wasir. Seharusnya perhatian ibu hamil dapat sepenuhnya fokus pada kehamilan, dan bukan pada penyakit. Lakukan beberapa perawatan ini agar rasa sakit wasir saat hamil mereda:

  • Berendam di air hangat. Manfaat air hangat saat mandi diantaranya, dapat membantu relaksasi otot dan peredaran darah, sehingga bagian yang mengalami wasir terasa lebih nyaman. Siapkan bak dan isi dengan air suam-suam kuku. Anda bisa melakukan hal ini beberapa kali sehari.
  • Beristirahat yang cukup. Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang terlampau berat. Anda perlu istirahat. Selain untuk mengembalikan energi, juga untuk meringankan keluhan pada wasir. Terlebih selama hamil Anda akan merasa lebih lelah dibandingkan ketika belum hamil.
  • Hindari duduk terlalu lama. Jika Anda merasa duduk terlalu lama, ganti posisi tubuh. Berbaring, berdiri, dan berjalan adalah alternatif lain selain duduk yang dapat Anda lakukan. Duduk terlalu lama dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar dubur, yang memperburuk wasir.
  • Terapkan gaya hidup sehat. Misalnya, mengonsumsi makanan berserat agar tinja atau feses lunak, disertai minum air yang cukup. Hal ini dapat membantu kinerja saluran pencernaan dan memperlancar BAB sehingga mengurangi risiko sembelit dan tidak memperberat kondisi ambeien saat hamil. Bila perlu, tambahkan dengan mengonsumsi suplemen serat. Imbangi juga dengan aktif melakukan kegiatan fisik, sesuai kemampuan.
  • Gunakan obat sesuai petunjuk dokter. Jika gejala ambeien sudah mulai mengganggu, segera periksa ke dokter. Bila perlu, minta obat untuk meredakan sakit pada wasir. Ibu hamil bisa meminta obat wasir berupa krim, salep yang dioleskan atau jenis lain. Sebagian obat ini sebenarnya hanya meredakan sakit dan menekan pembengkakan, tetapi tidak bersifat menyembuhkan. Jangan sembarangan menggunakan obat, karena harus disesuaikan dengan jenis dan dosis yang aman untuk ibu hamil.

BISA BERLANJUT SETELAH MELAHIRKAN

Wasir biasanya terjadi dan terasa cukup berat pada kehamilan trimester ketiga. Saat ini, rahim semakin berat. Hal ini memberikan tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah di sekitar atau di dalam rektum menjadi bengkak.

Begitu pula ketika melahirkan. Pada saat Anda mengejan, tekanan yang kuat dapat menyebabkan terjadinya wasir. Jadi wasir saat hamil juga bisa berlanjut hingga masa setelah melahirkan.

Meski pun wasir saat hamil adalah masalah yang umum dan sering terjadi, namun bukan berarti semua ibu hamil mengalaminya. Bagi Anda yang pernah mengalami wasir sebelum hamil, maka risiko mengalami wasir saat hamil akan lebih besar.

Jangan biarkan wasir terjadi berlarut-larut, terutama ambeien saat hamil. Segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat, serta untuk mencegah wasir muncul kembali.

.

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image