Jangan Sepelekan Gejala Fisura Ani, Robeknya Jaringan Anus!

JGejala fisura ani merupakan salah satu masalah yang sering dikaitkan dengan wasir/ambeien karena memiliki gejala yang sama, yaitu pendarahan saat buang air besar. Nyatanya, fisura ani merupakan penyakit anus yang berbeda dengan ambeien, fisura ani adalah robekan pada jaringan sensitif, yaitu kulit anus. Mengutip dari artikel kesehatan Midwest Hemorrhoid Treatment Center (2020) menyatakan bahwa pada kebanyakan kasus fisura ani bisa sembuh dengan perawatan di rumah, namun akan tetapi mengabaikan gejalanya justru akan memperburuk dan memperlama proses penyembuhan pada pasien. Untuk itu, sebaiknya kenali beberapa gejala awal yang muncul pada fisura ani serta penanganan yang tepat.

Apakah fisura ani berbahaya?

Bahaya gejala fisura ani

Robeknya jaringan kulit anus merupakan masalah yang dapat terjadi pada siapapun, dari bayi hingga lansia. Ini dapat terjadi, ketika jaringan anus merenggang melebihi batas seharusnya, biasanya terjadi akibat sembelit, mengeluarkan feses yang keras dan besar. Rasa sakit yang timbul akibat fisura ani ini memicu otot sfingter anal menjadi kejang dan mengencang, sehingga dapat memotong suplai/aliran darah ke anus. Jika sudah terjadi, maka proses sembuh pada fisura ani bisa menjadi sangat lama. Dengan diagnosis dan perawatan di rumah yang tepat, robekan pada anus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 8 minggu. Namun, jika kamu sering mengabaikan gejala yang muncul dan menunda pengobatan medis, maka bukan tidak mungkin fisura ani menjadi kronis.

Waspada gejala yang muncul

Gejala utama yang biasanya muncul pada masalah fisura ani adalah rasa sakit luar biasa yang muncul ketika penderitanya melakukan proses buang air besar. Rasa sakit ini bisa muncul selama beberapa menit, hingga berjam-jam setelah ke luar dari kamar mandi. Tanda atau gejala fisura ani meliputi:

  • Munculnya darah di dalam feses, biasanya berwarna merah terang.
  • Adanya robekan di sekitar anus
  • Muncul sensasi terbakar serta rasa gatal pada anus
  • Merasa tidak nyaman ketika buang air kecil

Rasa sakit yang muncul saat ingin buang air besar seringkali membuat banyak penderita fisura enggan segera pergi ke kamar mandi. Padahal, menahan buang air besar akan meningkatkan risiko sembelit dan mengeluarkan feses yang keras, sehingga dapat menyebabkan lebih banyak robekan pada jaringan anus.

Baca juga: Bahaya! Ini 4 Penyebab Anus Terasa Gatal

Pengobatan yang tepat

Hal utama yang dapat penderita lakukan untuk mengatasi fisura ani adalah dengan memperbaiki pola makan. Sehingga dapat meminimalisir risiko sembelit. Untuk itu, cobalah banyak mengonsumsi makanan berserat dengan perbanyak minum air putih. Ini, dilakukan agar penderita dapat melunakan struktur feses, sehingga akan lebih mudah untuk melakukan proses buang air besar. Sedangkan untuk mengurangi rasa nyeri, penderita dapat mencoba metode rendam duduk dengan air hangat selama 20 menit. Jika rutin mengikuti langkah ini, maka biasanya fisura akan sembuh dalam beberapa minggu. Akan tetapi, jika selama 1 minggu fisura ani masih saja mengalami perdarahan dan menimbulkan rasa sakit. Sebaiknya, segera melakukan konsultasi sekaligus pemeriksaan dengan dokter spesialis ahli berpengalaman di klinik Vena Wasir Center.

Baca juga: Cari Tahu Arti dari Warna Feses Terhadap Kondisi Kesehatanmu!

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image