PENYEBAB DAN PENGOBATAN FISTULA ANI

Merasakan sakit ketika buang air besar, mungkin saja Anda mengalami fistula ani. Fistula ani adalah adanya keabnormalan antara lapisan di bagian dalam lubang anus dan kulit di dekat anus. Hal ini terjadi ketika ada infeksi pada kelenjar kriptoglandular yang menyebabkan abses. Abses yang membengkak dapat menyebabkan peradangan yang meluas sampai perineum, anus, atau seluruhnya. Kondisi inilah yang membentuk abses pada anus menjadi fistula.


LAYANAN Vena Wasir:
Call Center : 0821-1033-3310
Whatsapp Chat\Pendaftaran Online :
linktr.ee/venawasir

Fistula ani lebih banyak ditemukan pada laki-laki berumur 20-40 tahun. Data kepustakaan yang ada menunjukan prevalensi fistula ani sekitar 1-3 per 10.000 individu. Sebagian besar fistula terbentuk dari sebuah abses (tapi tidak semua abses menjadi fistula). Sekitar 50% pasien dengan abses akan terbentuk fistula.

Baca juga: Abses Anus

PENYEBAB FISTULA ani

Fistula ani juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, seperti adanya infeksi pada anus seperti, adanya penumpukan nanah pada anus (abses). Kondisi ini sering terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti penderita HIV, gangguan pada usus besar yang diakibatkan oleh beberapa kondisi, seperti divertikulitis (infeksi pada diverticula atau kantong pada usus besar), penyakit Crohn (peradangan kronis yang mengenai lapisan dinding saluran cerna). Atau penyebab lainnya seperti,

  • Kanker anus dan usus besar.
  • Luka di sekitar anus atau fisura ani.
  • Tuberkulosis karena bakteri yang menginfeksi paru dapat menyebar ke bagian tubuh lain termasuk saluran cerna.
  • Penyakit menular seksual, seperti klamidia.

GEJALA

Gejala akibat kelainan saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus ini, antara lain: demam, nyeri, kemerahan dan bengkak,keluar darah atau cairan dari anus, nyeri saat buang air kecil atau besar, tidak nyaman saat duduk. Ketika gejala tersebut terjadi, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

PENGOBATAN FISTULA ANI

Diagnosis fistula ani dapat ditentukan dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (proktoskopi atau anuskopi) atau jika diperlukan dokter akan menganjurkan melakukan pemeriksaan USG, MRI ataupun CT scan. Pengobatan fistula ani dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:

  • Fistulotomi, Teknik ini dapat digunakan pada fistula perianal letak rendah (submukosal, intersfingterik, dan transsfingterik letak rendah).
  • Fistulektomi dapat lebih cocok digunakan pada fistula letak tinggi. Pasien yang direncanakan untuk menerima fistulektomi umumnya diberikan seutas benang yang ditempatkan di dalam saluran fistula terlebih dahulu untuk menandakan lokasi fistula (selama 12 minggu).
  • Injeksi fibrin glu,, untuk menutup jalur fistula dan dilakukan dengan anestesi umum. Keuntungan metode ini, lebih mudag dan tidak mengganggu fungsi sfingter (sphincter-sparing).

Keuntungan yang dapat diberikan dari teknik ini adalah prosedurnya yang sangat mudah dibandingkan dengan prosedur lain serta prosedur ini relatif tidak memberikan gangguan pada fungsi sfingter (sphincter-sparing).

  • Prosedur advancement flap. Advancement flap adalah bagian jaringan yang dipindahkan dari anus atau kulit di sekitar anus. Prosedur ini dilakukan pada kasus fistula ani yang tergolong rumit.

Perbedaan utama dari fistulotomi dan fistulektomi adalah dari jaringan yang diambil. Pada fistulotomi, jalur fistula yang telah ditemukan hanya dibuka agar dapat mengalami penyembuhan secara secondary intention sedangkan pada fistulektomi, jalur fistula yang ditemukan akan dieksisi sampai hanya jaringan sehat yang tersisa.

Terdapat beberapa perawatan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti minum obat sesuai anjuran dokter, berendam di air hangat 3-4 kali sehari, mengonsumsi makanan berserat tinggi dan banyak minum air mineral. Pasien dapat kembali beraktivitas secara normal setelah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image