PENYEBAB DAN PENGOBATAN FISURA ANI

Apakah Anda sering mengalami kesulitan buang air besar akibat feses yang keras? Hati-hati, kondisi tersebut dapat menyebabkan fisura ani, yaitu luka atau sobekan pada jaringan mukosa pada anus. Mukosa adalah Jaringan lembab tipis yang melapisi anus. Akibat luka tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri ketika buang air besar atupun setelahnya.


LAYANAN Vena Wasir:
Call Center : 0821-1033-3310
Whatsapp Chat\Pendaftaran Online :
linktr.ee/venawasir

Meski dapat menyebabkan ketidanyamanan, fisura ani bukanlah kondisi yang serius, namun sering terjadi. Biasanya, kondisi ini dialami pada orang dewasa, baik perempuan atupun laki-laki berusia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa bayi juga dapat mengalami kondisi ini. Seseorang dengan penyakit tertentu berisiko mengalami kondisi ini.

Pada kebanyakan kasus, luka akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Jika dalam waktu lebih dari 6 minggu tidak kunjung sembuh, fisura dapat dikategorikan sebagai kondisi yang kronis. Jika sudah seperti itu, maka perlu melakukan penanganan khusus.

Gejala Fisura Ani

Selain dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada daerah anus, terdapat gejala umum lainnya seperti:

  • BAB berdarah berwarna merah cerah
  • Nyeri ringan hingga parah ketika buang air besar atau setelahnya
  • Gatal atau iritasi di sekitar anus
  • Terlihat retak pada kulit di sekitar anus
  • Benjolan kecil atau skin tag pada kulit di sekitar fisura ani

Penyebab Fisura Ani

1. Sembelit kronis

Sembelit membuat seseorang kesulitan buang air besar dan perlu mengejan dengan keras agar feses dapat keluar, sehingga berpotensi munculnya luka pada anus.

2. Diare berkepanjangan

Mengalami diare berkepanjangan dapat membuat anus terluka.

3. Seks anal

Secara teori, penetrasi dapat mengiritasi atau merobek lapisan anus, Sehingga dapat menimbulkan perdarahan dan nyeri.

Selain kondisi-kondisi tersebut, penyebab lainnya seperti:

  • Penyakit Crohn atau radang usus kronis
  • Inflamasi pada area anorektal
  • Kanker anal
  • HIV
  • Tuberkulosis (TBC)

Diagnosis

Sebelum dokter dapat mendiagnosis fisura ani, biasanya dokter akan melakukan wawancara singkat mengenai gejala apa saja yang dialami oleh pasien dan riwayat penyakit pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat langsung keadaan anus.

Agar dapat lebih pasti, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memasukkan anuskopi ke dalam rektum untuk melihat robekannya. Selain dapat melihat secara jelas robekan, penggunaan anuskopi juga dapat membantu dokter menemukan penyebab lain nyeri pada anus.

Pengobatan

Apabila kondisi sudah tergolong kronis, dokter akan merekomendasikan penindakan lanjutan dengan bedah. Terdapat beberapa prosedur bedah yang dapat dilakukan seperti:

  • Lateral internal sphincterotomy
    Prosedur ini merupakan prosedur yang paling banyak digunakan untuk mengobati fisura ani dan memiliki tingkat kesembuhan yang terbaik.
  • Fissurectomy
    Dalam prosedur ini fisura ani akan diangkat sepenuhnya.

Terdapat beberapa perawatan untuk mempercepat proses penyembuhan, seperti minum obat sesuai anjuran dokter, mengonsumsi makanan berserat tinggi dan banyak minum air mineral. Pasien dapat kembali beraktivitas secara normal setelah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image